Hare gene, semua orang bisa jadi web designer. Tidak musti lulusan informatika atau sarjana web standard. Remaja umur 18 sudah bisa mencari penghasilan sebagai freelancer web, atau mahasiswa filsafat yang memang hobi nge-design juga punya portfolio.
Balik ke 5 tahun yang lalu. Ketika urusan website hanya secuil yang mampu melakukannya “dengan baik”, jasa web design sangat mahal. Satu orang bisa multi-talent: flash, html, php, logo design, web design, printing, pokoknya semua dia jagonya. Plus berwajah ganteng, nah ini dia nilai plus yang menjadi kebanggaan. Web designer itu biasanya narsis, slebor, cuek dan ego.
Perbandingan hasil kerja sebuah professional web studio dengan lulusan kursus pinggir jalan saat ini hampir tidak ada bedanya dari segi kualitas. Dan lulusan kursus pinggir jalan bisa memberi harga yang jauh lebih murah. Sekarang bagaimana seorang “pro” web designer bisa bertahan dengan kondisi seperti ini? Ikut menurunkan harga? Wah.. hancur deh harga pasaran.
Saya tidak bermaksud diskredit, karena saya sendiri berawal dari otodidak. Tak bisa disangkal bersaing dengan harga itu sangat efektif untuk menarik pasar, tapi apakah kualitas akan bisa dipertahankan? Saya yakin nge-design itu butuh cinta, tapi kalau dipake gangbang 3 jam trus dibayar murah apakah masih cinta? :p
Sesungguhnya, ini polemik! dilema! Pro web designer sekarang bermodal portfolio dan pengalaman untuk menarik pasar. Pernah menggarap website pemerintahan atau selebritis sudah mendongkrak lumayan.
Masih ada lagi rintangan di dunia persilatan ini, yaitu Template Store yang semerbak di internet. Hasil design mereka keren-keren, full css, cross browser dan MURAH! Nah mulai gemeter khan lo?
Mau dibawa kemana muka ganteng kalian itu ?!
Susah deh kalau bicara tentang kualitas kerja. Saya pernah punya klien longor, gak banyak request yang penting punya web dan ada contact form. Hihihi mau diapain coba kalau udah kayak gini? Service; selalu ada ketika klien membutuhkan bantuan soal urusan website. Toh cuma troubleshooting dikit gak perlu di-charge kan?
+ klien: den, alamat email saya apa ya?
- saya: kuburan@perempatan-jalan.org pak (dengan nada ramah)
Buatlah design yang bagus sesuai dengan keinginan klien walaupun “design yang bagus” tidak selalu bagus buat sang designer. But anyway dalam sesuatu yang jelek pun bisa ditemukan hal bagusnya, itulah gunanya web designer bukan?
Komplimentari dan testimonial yang bagus akan datang dengan sendirinya. Project pun otomatis berdatangan karena klien biasanya saling merekomendasikan rekan-rekannya.
Kamu seorang web desginer, full project bulan ini, klien puas terkendali, finansial in-the-hoy, so pasti kamu ganteng!